Nisin (E234) adalah peptida antimikroba yang diproduksi melalui fermentasi mikroba. Nisin dapat secara efektif menghambat reproduksi bakteri Gram-positif dan secara eksklusif menghambat Bacillus dan spora yang tahan panas. Sebagai pengawet makanan, nisin biasanya digunakan dalam produk daging, minuman susu, dan bidang lainnya.
| Barang | Spesifikasi | Hasil |
| Keterangan | Bubuk coklat muda hingga putih susu | Bubuk coklat muda hingga putih susu |
| Potensi | ≥900 IU/mg | 1013 IU/mg |
| Kerugian saat pengeringan | ≤3,0% | 0,4% |
| Memimpin | Maksimum 1mg/Kg | <1mg/Kg |
| Air raksa | Maksimum 1mg/Kg | <1mg/Kg |
| Arsenik | Maksimum 1mg/Kg | <1mg/Kg |
| Natrium klorida | ≥50% | 91,3% |
| Jumlah total pelat | Maksimum 10cfu/g | <10cfu/gram |
| Bakteri E.Coli | 25g Negatif | Negatif |
| Salmonella | 25g Negatif | Negatif |
1. Produk Susu: Nisin umumnya digunakan dalam produksi keju untuk menghambat pertumbuhan bakteri pembusuk dan patogen, sehingga memperpanjang masa simpan keju tanpa memengaruhi rasa atau tekstur.
2. Daging dan Unggas: Nisin digunakan dalam produk olahan daging dan unggas untuk mencegah pertumbuhan bakteri dan meningkatkan keamanan produk.
3. Makanan Kaleng: Nisin membantu mengendalikan kontaminasi bakteri dalam makanan kaleng, mengurangi risiko pembusukan, dan meningkatkan stabilitas produk selama penyimpanan.
4. Minuman: Nisin ditambahkan ke berbagai minuman, termasuk jus buah dan minuman ringan, untuk menghambat pertumbuhan mikroba dan memperpanjang masa simpan.
5. Produk Roti: Nisin dapat ditambahkan ke dalam makanan yang dipanggang untuk mencegah pertumbuhan jamur dan meningkatkan stabilitas mikroba.